Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Mengalah Bukan Berarti Kalah

Gambar
Hellloooww mamud mamud yang cantik....  Gimana kabarnya? Insyaallah dalam lindungan Allah ya.... Kali ini aku mau bahas tentang mengalah bukan berarti kalah.  Sedikit aku mau cerita tentang permasalahanku dengan temanku. Jadi, Agustus 2020 lalu aku sempat bermasalah dengan teman kantorku namanya Nunung. Nunung datang ke mejaku dan melabrak aku. Dia beberkan semua, dari mana dia tahu aku tidak suka dengannya. Dan dia menyebut tiga nama, tempat biasa aku curhat. Nanang, Nining, rang rang, ya sebut saja namanya seperti itu ya. 😀 Shok dong aku, orang yang aku pikir tempat ternyaman untuk curhat ternyata membeberkan masalahku ke objeknya langsung. Saat itu rasanya ingin resign. Rasanya seperti mati berdiri, satu karena dilabrak langsung, dua ditusuk dari belakang sama tempat ternyamanku. Nomor mereka langsung aku block dong. Alasanku tidak menyukai Nunung, karena suka mengurusi diriku, ia suka mencampuri karirku. Bahkan menjatuhkan hasil karyaku dihadapan pimpinan.  Setelah k...

Agar Anak Mampu Menyampaikan Perasaannya

Gambar
Ketika anak tantrum, menginginkan sesuatu tetapi tak dapat menyampaikan. Diakhiri dengan amukan. Pasti kita para orang tua akan bingung mengatasinya, akan kesal, jengkel, bahkan turut emosi. Sabar, sabar, sabar! Coba kita tengok ke dalam diri kita dahulu, apakah pernah kita membantu menamai perasaannya? Menebak perasaannya?  Apakah pernah kita membantu menyalurkan emosinya? Apakah pernah kita berlaku seperti buah hati? Menyelesaikan masalah dengan kekerasan pula. Coba deh mulai sekarang, baca gerak tubuh anak kita, misal: anak wajahnya sedih, kesal, sebal, senang. Kita tebak seperti ini, "kamu sedang sedih ya? Lagi marah ya? Kesal banget ya? Atau masyaallah anak bunda sepertinya lagi senang nih."  Apa sih gunanya kita menebak dan menamai perasannya? Agar ia tahu nama emosi yang sedang ia rasakan. Salurkan emosinya, ketika anak sedang kesal misalnya, kita bantu salurkan perasaannya. "Kamu boleh marah, tapi tidak lempar barang, kita tuang di kertas ini boleh? Kita mewa...

Bullying

Gambar
Haalloww momi momi saliha yang cantik.. Gw mau bahas tentang bullying kali ini  ksrena kita sering kali ya melihat anak-anak kita yang di bully dari hal kecil sampai besar. Bully ada yang verbal - mengejek  ada juga yang kekerasan fisik - memukul, menonjok, mencubit, dan lain sebagainya.  Nah, kemarin itu anak sulungku pulang mengaji, sambil berlinang air mata. Dia bilang, gelas untuk bukber teman-teman TPQnya tumpah, dan dia ditonjok temannya. Hati ibu mana yang nggak geram saat mendengarnya? Lagi-lagi nama itu yang dia sebut, yang dulu pernah mukul sulungku dengan meja plastik hingga ujung jempolnya terluka sedikit.  Ketika si kakak ngadu, aku coba untuk tenang, dan menerima dahulu perasaannya. "Ya Allah sedih banget kakak ya? Takut ya? Sebal ya? Nggak apa, kakak kalau mau nangis, nangis aja, teriak aja biar lega." Ucapku  Sesaat tidak sampai lima menit aku biarkan sulungku menangis, agar hatinya lega. Barulah kita berbuka dan mengobrol. Aku tanya sama dia, ap...

Lagu Anak Indonesia

Gambar
Hay guysss kali ini aku mau membahas lagu anak Indonesia yang rasanya sudah semakin kritis. Ya, banyak anak Indonesia kehilangan suguhan untuknya.  Semua termakan oleh waktu, zaman now lebih banyak lagu dewasa konten dewasa yang mereka konsumsi. Seperti beberapa waktu belakangan ini, aku melihat teman-teman buah hatiku (4-5 th) bernyanyi dan berjoget ala konten dewasa t****k.  Dengan bangga ia bernyanyi lagu "Ting-ting" dan "Mama Muda" sambil menghentakkan bokongnya, terlihat senang sekali.  Namun, aku bukan turut senang melainkan sedih. Sedih karena ia menyanyikan lagu tak semestinya.  Memang, lagu dewasa sudah tak asing lagi terdengar. Baik di rumah kita sendiri, mall, atau tempat umum lainnya.  Tetapi, alangkah bijaknya kita orang tua menyaring hal tersebut? Menyuguhkan seni sesuai porsinya. Pilihkan lagu yang memang untuk usianya, arahkan gerakan mana yang boleh dan tidak.  Saya sempat membawa salah satu situs yang membahas "Bahaya Psikis Anak Terhadap ...

Review Skin Care Nu Skin

Gambar
Halo guys... kali ini aku mau share pengalamanku memakai produk nu skin ya. Sebelumnya aku mau cerita dahulu, dulu aku memakai perawatan wajah yang abal-abal, yang Rp300.000 satu paket, sudah ada toner, night and day cream, serta facial wash. Nah, alhasil wajahku menjadi merah, tipis, dan berjerawat.  Alhasil suamiku menyuruhku untuk memakai produk Nu skin. Karena temannya jual, jadi dia sempat tahu sekilas produk #nuskin ini. Nah, awalnya aku mencoba series nutricential. Untuk kulit yang baru lepas dari perawatan selain Nu Skin dan untuk anak remaja. Alhamdulillah memakai produk Nu skin tidak ada efek samping seperti kulit kering, kulit terkelupas, wajah iritasi, atau gatal.   Ini foto setahun setelah pemakaian produk Nu Skin nutricential yang oily. Karena kulitku dulu sangat berminyak jadi rentan berjerawat.  Setelah memakai produk nu skin jerawat jadi jarang nongol kecuali saat PMS ya. Dan memasuki usia 30 tahun, wajahku tiba-tiba menjadi k...

Dilema Menambah Buah Hati

Gambar
Kemarin sempat ngobrol dengan suami untuk memiliki keturunan lagi, berarti anak ketiga dong ya? Karena alhamdulillah kami sudah dikaruniai 2 orang putra. Lalu, suami sih mau jika diberikan oleh Allah anak ketiga begitupun dengan si sulung.  Tapi, inilah perbincangan menarik kita. Saya sampaikan keraguan saya. "Aku sih juga mau Mas, tapi masih ragu. Aku tuh mikirnya nanti ketika bos bos kamu pensiun, bagaimana dengan perekonomian kita? Bagaimana menghidupi anak-anak? Kasihan sama kakak juga harus mengemban tanggung jawab besar, padahal dia masih anak-anak juga. Aku pun memikirkan Tsabit (anak kedua kami yang masih berusia 2.5 th). Kalau kita punya anak lagi, berarti Tsabit harus sudah mandiri dong? Pipis sendiri, dan dia kan protektif banget sama aku. Jadi itu Mas yang masih aku pikirkan."  "Iya sih, Tsabitnya harus kita buat mandiri dulu. Kasihan juga si kakak kalau Tsabit belum mandiri, nanti kakak yang kita repotin. Padahal dia masih anak-anak belum waktunya untuk memi...