Postingan

Website di Hack Orang yang Tidak Bertanggungjawab

Gambar
Sumber: Pexels.com / Pixabay Desember 2024 drama yang menyesakkan dada. Dimana, pada bulan Desember tersebut aku ingin memperpanjang layanan domainku , www.lailadzuhria.com yang diwadahi oleh Domosquare . Memang, masa berakhir www.lailadzuhria.com sejak bulan Mei 2024, saat itu aku belum bisa memperpanjang, alhasil bulan Desember inilah akan kuperpanjang, dengan biaya Rp600.000,-.  Naasnya ketika aku chat CS Domosquare , mas Widiarto menyatakan layanan www.lailadzuhria.com sudah digunakan oleh layanan lain. It's mean,  aku tidak bisa mengakses web lamaku. Aku bertanya bagaimana jika ingin digunakan kembali? Mas Widi, selaku CS Domosquare , menyarankan aku untuk menghubungi pengguna websiteku . Loh, ya aku juga nggak tahu toh , siapa yang menggunakan.  Lagi-lagi CS hanya menyarankan seperti itu, agar nanti datanya di transfer ke Domosquare , baru bisa digunakan.  Baca Juga: Potensi Anak Alternatif Menulis Blog Agar Tidak Hilang Sumber: Pexels.com / Tranmautritam...

Potensi Anak

Gambar
Ilustrasi hasil belajar/ Foto: Pexels.com/Rdne Etika Menyampaikan Hasil Belajar Siswa Oktober 2024, tepatnya dua bulan lalu, adalah waktu pengambilan nilai perkembangan sementara Omar, di SD Alam Kebun Tumbuh. Hari itu, adalah hari yang kunanti, dimana setiap fasilitator senantiasa menyampaikan semua kebaikan murid-muridnya diiringi dengan masukan yang positif, tentunya.  Bahkan aku pun sempat kagum dengan para fasilitator sejak Omar kelas 1 dan 2 SD, tidak ada sedikitpun para pengajar yang menjatuhkan Ananda. Semua, menguatkan, berbicara kelebihan-kelebihan anak didiknya. Hingga, aku senantiasa terharu.  Namun, di kelas 3 ini, ada yang berbeda. Baru saja aku menyanggahkan tubuh berhadapan dengan fasilitoatornya, seorang guru yang berjilbab biru tua, mengatakan "O mar banyak PRnya, bun ." Ia berkata sambil mengambil hasil belajar Omar. Saat itu juga jantungku terhujam. Entah aku harus marah pada Omar atau tidak. Namun, aku kaget setengah mati. Karena, sebelumnya tidak ada fas...

Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Gambar
Baca Juga: Lagu Anak Indonesia Menurut kalian, penting tidak sih, membuat kurikulum keluarga? Bagiku sih penting, ya. Karena kita jadi tahu goals kita apa dan perkembangan sesuai usia anak yang didapatkan apa saja? Jadi, kita tidak semata-mata hamil, melahirkan, lalu hanya dikasih makan, sekolah, lalu selesai, yang penting hidup. Istilahnya begitu. Jangan sampai seperti itu, ya. Jadi kita pun harus tahu usia berapa anak harus diajarkan mandiri, kapan anak bisa kita ajarkan bertanggung jawab untuk keluarganya, dan sebagainya. Peta Tumbuh Kembang Anak Ternyata sejak anak lahir, mereka memiliki nama-nama istilah seperti, usia biji, kecambah, berbunga, dan berbuah, hingga akhirnya kitalah sebagai orang tuanya akan memanen saat usianya dewasa. Yuk, kita simak apa saja sih target-target buah hati kita sejak lahir. Usia Biji (0-2 tahun) Target: Fisik Ilustrasi anak melompat / Foto: Pexels.com / Hotaru Kita patokannya hingga usia akhir ditambah 11 bulan ya. Jadi misalnya, 2 tahun. 2 tahun 11 ...

12 Gaya Pengasuhan yang Harus Dihindari

Gambar
  Siapa nih di sini yang masih suka membandingkan buah hati? Yang menyindir? Melable /mencap si anak cengeng, pemalu, jorok, bla bla bla. Wah banyak deh capnya. Nah , ternyata gaya kita seperti itu adalah salah satu dari 12 gaya popular yang harus kita hindari dari pengasuhan, lho . Ya , mungkin karena sudah tertanam dibenak kita pengasuhan dari orang tua kita terdahulu, sehingga kita tidak sadar dan menerapkannya kembali pada buah hati. 12 gaya popular, adalah Membandingkan,  siapa yang masih suka membandingkan buah hatinya? Hentikan segera, ya  parent . Kita saja tidak suka dibandingkan. Nah, anak pun sama. Ia tidak suka dibandingkan. Misalnya, “lihat tuh si Tini saja pintar Bahasa Inggris, masa kamu nggak bisa. Kalau orang lain bisa, kamu juga harus bisa.” Hey, hey, hey… pak Bu…. anak kita, ya anak kita, beda sama anak orang lain. Dan sudah pasti anak kita ada kelebihan dibidang tersendiri. Cukup dukung kemampuan buah hati, biarkan ia berkembang menjadi dirinya sendiri...

Pentingnya Memberikan Batasan pada Anak

Gambar
  Assalamualaikum mama muda sayang yang cantik, sehat, bahagia, dan hebat. Bagaimana kabar kalian? Insyaallah selalu dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah, ya. Siapa nih yang sering rumahnya dijadikan tempat bermain dengan teman-teman anaknya? Atau anaknya yang sering bermain di rumah tema-temannya? Hayo, apakah sudah kita koreksi prilaku buah hati kita? Bagaimana buah hati bersikap ketika bertamu? Sudah sesuai batasnya belum? Jangan dianggap sepele ya soal anak bertamu, lalu langsung memasuki wilayah pribadi seperti kamar, lalu membuka-buka lemari, langsung mengambil makanan atau benda yang ada di rumah tersebut, dan jam bermain yang tidak pada waktunya. Jangan beranggap, “ah masih anak kecil, nanti juga berubah.” Berubah dengan sendirinnya? Apakah sudah ada inputnya? Jangan dipikir, “ah rumah Omanya ini, tidak apalah anakku lompat-lompat di kasur.” atau “ah ibunya ada yang bantuin, nggak apalah rumahnya jadi berantakkan, nanti juga Mbaknya yang beresin.” Bukan, bukan s...

Tips Menahan Emosi pada si Kecil

Gambar
Ilustrasi orang tua marah pada anak / Foto: Pexels.com / Karolina Grabowska Pernah tidak sih Mom kesal pada sang buah hati sampai ke ubun-ubun? Rasanya ingin murka- mencubit, memukul, melaungkan suara, menoyor, menendang, mendorong, bahkan menamparnya. Jangan sampai kita kelepasan seperti itu, ya Mom. Lalu ketika kita kelewat emosi, kita harus bagaimana, dong? Ya, aku pun pernah ada diposisi itu, lho. Sebelum mengetahui metode menyalurkan emosi dengan baik, karena setiap orang berbeda-beda cara penyaluran emosinya. Ada yang puas ketika menangis, ada yang puas ketika menyendiri, dan sebagainya. Nah setelah aku mengetahui caraku, aku pakailah dan alhamdulillah jadi minim menjadi Momster . Hehehe. Marah itu boleh, asalkan jangan menyakiti diri sendiri, orang lain, maupun barang. Sampaikanlah perasaan kita dan salurkanlah dengan baik. Seperti saluran air yang mampat, lalu mengendap disatu sisi, akhirnya membludak menjadi banjir, kan? Sama seperti emosi, ketika kita tidak bisa menyalurkanny...